• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

DPRD Bengkulu Soroti Anjloknya Harga Sawit, Petani Minta Pengawasan Pabrik Diperketat

23/05/2026
PostTweetSend
Dibaca 74

Bengkulu, Ampar.id – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Bengkulu. Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menilai turunnya harga sawit di tingkat petani tidak sejalan dengan kondisi pasar minyak sawit mentah (CPO) maupun harga minyak goreng yang masih bertahan tinggi.

Menurut Teuku, sejumlah perusahaan sawit menjadikan kebijakan pemerintah pusat sebagai alasan untuk menekan harga pembelian TBS dari petani. Namun, alasan tersebut dinilai perlu dikaji lebih mendalam karena tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

“Kalau harga sawit di tingkat petani turun drastis, logikanya harga CPO dan minyak goreng juga ikut mengalami penurunan. Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya. Harga petani turun, sementara produk turunannya tidak banyak berubah,” ujar Teuku, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan DPRD akan mengkaji berbagai langkah strategis guna melindungi kepentingan petani sawit di Bengkulu. Salah satunya dengan mengevaluasi kebijakan perusahaan pengolahan CPO yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami akan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar petani tidak terus berada pada posisi yang dirugikan,” tegasnya.

Petani Desak Pemerintah Turun ke Lapangan

Di sisi lain, Ketua Aliansi Petani Sawit Provinsi Bengkulu, Edi Mashury, meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak hanya menggelar rapat koordinasi, tetapi juga melakukan pengawasan langsung ke pabrik-pabrik kelapa sawit.

Bacajuga

Kabut Asap dan Ujian Kualitas Pelayanan Publik

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Pemdes Bandar Jaya Laksanakan Monitoring SPJ APBDesa Tahun 2026

Jangan Menghakimi Masa Lalu dan Melecehkan Kabaikan: Pelajaran Daru Zaman Rasulullah

Menurutnya, persoalan yang dihadapi petani tidak cukup diselesaikan melalui pertemuan administratif. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata untuk memastikan penyebab penurunan harga benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

“Petani tidak membutuhkan sekadar pernyataan yang menenangkan. Yang dibutuhkan adalah langkah konkret agar harga TBS kembali membaik,” kata Edi.

Ia menyarankan pemerintah menempatkan petugas di sejumlah pabrik untuk memverifikasi alasan yang kerap disampaikan perusahaan, seperti kapasitas tangki yang penuh, perawatan mesin, maupun penurunan produksi.

“Kalau memang ada kendala operasional di pabrik, harus dibuktikan melalui pemeriksaan langsung. Jangan hanya berdasarkan laporan sepihak,” ujarnya.

Selain harga, Edi juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap sistem timbangan dan potongan hasil panen di pabrik. Menurutnya, alat timbang harus dipastikan telah melalui tera secara berkala agar tidak merugikan petani.

Ia menilai lemahnya pengawasan terhadap tata niaga sawit menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga TBS di Bengkulu sering berada di bawah daerah lain di Sumatera.

“Kami berharap pemerintah hadir langsung mengawasi kondisi di lapangan, bukan hanya menerima laporan,” tambahnya.

Pemprov Gelar Rapat Koordinasi

Menanggapi keluhan petani, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi secara daring bersama dinas yang membidangi perkebunan di seluruh kabupaten dan kota.

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, tersebut membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan menyusul turunnya harga TBS di tingkat petani.

Mian mengatakan pemerintah ingin memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mencari penyebab utama penurunan harga yang terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera.

“Kami ingin ada transparansi dalam tata kelola sawit. Pemerintah juga meminta dinas terkait turun langsung ke pabrik untuk mengetahui penyebab turunnya harga di tingkat petani,” ujarnya.

Ia mengingatkan perusahaan kelapa sawit agar tidak mengambil keputusan menurunkan harga secara sepihak sebelum ada kejelasan mengenai kondisi pasar dan kebijakan yang berlaku.

Menurut Mian, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan serta membuka komunikasi dengan petani maupun pelaku usaha untuk menjaga stabilitas sektor perkebunan sawit di Bengkulu.

Harga TBS Turun Tajam

Sementara itu, Edi Mashury mengungkapkan harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.200 per kilogram turun menjadi sekitar Rp2.400 per kilogram dalam waktu singkat.

Ia menduga penurunan tersebut dipicu respons pasar terhadap wacana kebijakan ekspor sumber daya alam, termasuk CPO, melalui mekanisme satu pintu yang melibatkan badan usaha milik negara (BUMN).

“Dalam satu malam terjadi dua kali penurunan harga. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan petani karena dampaknya langsung dirasakan pada pendapatan mereka,” ungkap Edi.

Menurutnya, pasar internasional sangat sensitif terhadap kebijakan yang berpotensi memperpanjang rantai birokrasi ekspor. Karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap petani sebelum menerapkannya secara penuh.

Selain menghadapi penurunan harga jual hasil panen, petani juga mengeluhkan meningkatnya biaya produksi, terutama harga pupuk dan bahan pendukung perkebunan yang terus mengalami kenaikan.

“Petani jangan sampai menjadi pihak yang paling menanggung dampak dari setiap perubahan kebijakan. Perlindungan terhadap petani harus menjadi prioritas,” tutup Edi. (ADV)

Berita sebelumnya

Sengketa Lahan Meroket, DPRD Tanjab Timur Buka Pintu Pengaduan dan Siap Gelar RDP

Berita selanjutnya

OJK: Perbankan RI Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global, DPK April 2026 Tumbuh 11,39 Persen

Berita Terkait

Kabut Asap dan Ujian Kualitas Pelayanan Publik

10/10/2026

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

10/10/2026

Pemdes Bandar Jaya Laksanakan Monitoring SPJ APBDesa Tahun 2026

10/10/2026
Ustadz Khairon – Dai Muda Jambi

Jangan Menghakimi Masa Lalu dan Melecehkan Kabaikan: Pelajaran Daru Zaman Rasulullah

09/10/2026
Al Haris Rombak Kabinet, 13 Pejabat Dilantik Kena Semprot Soal OPD Ego Sektoral: Kita Satu Tim!

Al Haris Rombak Kabinet, 13 Pejabat Dilantik Kena Semprot Soal OPD Ego Sektoral: Kita Satu Tim!

09/10/2026

Pemprov Jambi Perpanjang Program Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Desember 2026

09/10/2026

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Ditlantas Polda Jambi Imbau Pengendara Nyalakan Lampu dan Pakai Masker

09/10/2026
Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Aktivis Jambi Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Kehutanan

Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Aktivis Jambi Desak Presiden Prabowo Copot Menteri Kehutanan

09/10/2026
Suasana Candlelight Dinner di Swiss-Belhotel Jambi

Swiss-Belhotel Jambi Hadirkan “Candlelight Dinner” untuk Momen Istimewa

09/10/2026
New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

08/10/2026
Berita selanjutnya
Otoritas Jasa Keuanngan: Sumber Foto: Website-OJK

OJK: Perbankan RI Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global, DPK April 2026 Tumbuh 11,39 Persen

Bupati Jember menandatangani berita acara pelantikan kepala sekolah. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

Cetak Sejarah, Bupati Jember Tantang Ratusan 734 Kepala Sekolah Baru Lahirkan Inovasi dalam 6 Bulan

Foto: Tankapan layar Youtobe @tfrparlemen

10.942 Dosen PPPK Terancam 'Jalan Buntu', ADAPI Desak DPR Alihkan Status Jadi PNS

DPRD Muaro Jambi Matangkan Raperda Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan

School Holiday Specials, paket menginap dan aktivitas anak-anak di Swiss-Belhotel Jambi

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Tempat Nongkrong Baru di Jambi, Jati Coffee Hadirkan Suasana Hangat untuk Semua Kalangan

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.