AMPAR.ID, JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan kesiapan mendukung Perum Bulog Kancab Jember dalam memperkuat penyerapan gabah, beras, dan jagung tahun 2026 menuju swasembada pangan saat audiensi di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (8/1/2026).
Audiensi tersebut memuat evaluasi penyerapan gabah dan beras sepanjang 2025 sekaligus rencana strategi 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menerima jajaran Bulog Jember bersama organisasi perangkat daerah terkait, yakni Dinas Pertanian, DKPP, Dinas Sosial, TP3D, serta unsur akademisi.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Bulog Jember yang meraih predikat kantor cabang terbaik pertama di Provinsi Jawa Timur.
Ia menyatakan dukungan konkret melalui penguatan kolaborasi dengan mitra penggilingan swasta dan KDMP, terutama dalam penyediaan fasilitas pengering untuk petani saat panen raya.
“kami akan segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh mitra penggilingan swasta dan KDMP di Kabupaten Jember untuk bisa berkolaborasi dan bekerja sama dalam hal penyediaan dryer (pengering) untuk memfasilitasi para petani pada saat panen raya,” kata Gus Fawait.
Kepala Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, memaparkan target penyerapan nasional 2026 sesuai instruksi Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, yakni 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung.
Bulog Jember juga menyampaikan hasil evaluasi penyerapan gabah 2025 yang menjadi dasar perbaikan kebijakan 2026.
Sejumlah ketentuan disiapkan, antara lain panen pada tingkat kematangan tanaman padi yang memenuhi syarat untuk menjaga rendemen giling, penggunaan timbangan gapoktan atau poktan yang telah terkalibrasi, penetapan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram, serta pengaturan waktu panen di atas pukul 09.00 guna menekan kadar air akibat penguapan dan kondensasi.
Pada komoditas jagung, Bulog Jember menetapkan skema serapan jagung pipilan kering tingkat petani dengan harga Rp5.500 per kilogram pada kadar air 18–20 persen dengan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Sementara serapan jagung sampai gudang Bulog dipatok Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Ade menegaskan capaian target 2026 memerlukan kerja bersama lintas sektor.
“harapan kami dalam mengejar capaian target tahun 2026 ini agar bisa terwujud dan segala sesuatu untuk mendukung program swasembada pangan ini tidak terlepas dari dukungan, kolaborasi dan sinergi dari semua pihak, baik Pemkab, TNI/POLRI, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta stake holder lainnya yang memiliki peran serta visi maupun misi yang sama,” kata Ade. (Red/ton)
















