• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Calon Pemimpin atau Preman? Romi Hariyanto dan Sikap Arogannya

Oleh: Syaiful Bakri

29/10/2024
Saiful Bakri, Ketua Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jambi

Saiful Bakri, Ketua Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jambi

PostTweetSend
Dibaca 97

Calon Gubernur Jambi, Romi Hariyanto, menunjukkan sikap arogan terhadap wartawan dalam konferensi pers usai Debat Kandidat di Abadi Convention Center (ACC), Kota Jambi, pada Minggu malam (27/10/2024). Sikap arogan Romi terlihat jelas ketika ia mendapatkan pertanyaan tajam dari awak media terkait isu ‘Narkoboy’ atau keterlibatan dengan narkoba yang tengah menyudutkannya.

Romi merespons pertanyaan itu dengan gestur yang kasar, mengangkat tangannya ke arah wartawan seolah-olah berusaha menekan lawan bicara. Gestur dan nada bicaranya yang tinggi mengejutkan banyak pihak yang hadir, termasuk beberapa wartawan yang terpaksa menahan diri agar situasi tidak semakin memanas.

Insiden ini memunculkan reaksi beragam dari masyarakat yang menilai tindakan tersebut sebagai sikap kurang bijaksana dari seorang calon pemimpin. Dalam persaingan Pilgub Jambi yang ketat, sikap Romi ini bisa menjadi bumerang bagi citranya, terutama ketika masyarakat mengharapkan sosok pemimpin yang dapat menghadapi pertanyaan kritis dengan kepala dingin dan profesionalisme.

Tindakan Romi Hariyanto dalam konferensi pers pasca-debat kandidat menunjukkan sikap yang jauh dari etika seorang pemimpin. Alih-alih merespons secara profesional terhadap isu ‘Narkoboy’ yang tengah menjadi sorotan publik, Romi justru bertindak arogan, mengangkat tangannya kepada wartawan dengan gaya yang lebih mirip preman daripada seorang calon gubernur.

Sikapnya yang kasar dan tak berwibawa ini mencerminkan kelemahan dalam mengendalikan emosi dan ketidakmampuan untuk menghadapi kritik dengan kedewasaan. Masyarakat yang menyaksikan insiden ini tentu mempertanyakan kelayakannya sebagai calon pemimpin, mengingat seorang gubernur diharapkan mampu bersikap terbuka, bukan malah menunjukkan arogansi ketika dihadapkan pada pertanyaan sulit.

Perilaku seperti ini hanya menambah daftar panjang keraguan terhadap Romi, yang tampaknya tidak siap untuk menerima kritik atau mempertanggungjawabkan isu yang mencoreng citranya. Insiden ini, bagi banyak pihak, mencerminkan bukan hanya kegagalan dalam etika publik, tetapi juga ketidaksiapan mental untuk mengemban tanggung jawab besar sebagai seorang pemimpin.

Bacajuga

Benteng Penegak Perda Tercoreng: Oknum Anggota Terseret Jaringan Narkoba, Satpol PP Kota Jambi Diuji

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp25,9 Miliar, 4 Tersangka Ditangkap

Kalapas Jambi ke Pegawai: “Jangan Jadi Bagian dari Masalah, Tidak Ada Ruang Bagi Pelanggar!”

Sempat Bobol Jendela Ruang Penyidik, Pelarian Dramatis DPO Narkoba Alung ‘Si Licin’ Berakhir di Sel

Para ahli dalam bidang psikologi dan studi rehabilitasi narkoba menilai bahwa mantan pengguna narkoba yang berhasil sembuh seharusnya dapat menunjukkan tingkat kedewasaan dan pengendalian diri yang lebih baik, terutama setelah menjalani proses pemulihan yang diharapkan melibatkan peningkatan keterampilan emosional dan pengelolaan stres. Respons arogan dan kasar yang ditunjukkan Romi justru dapat menunjukkan bahwa individu tersebut belum sepenuhnya mencapai keseimbangan psikologis yang stabil atau belum menyelesaikan proses pemulihan emosional yang memadai.

Menurut Dr. Nora Volkow, Direktur National Institute on Drug Abuse (NIDA), salah satu bagian penting dari rehabilitasi narkoba adalah pembentukan kembali kontrol diri dan kemampuan untuk merespons situasi stres secara positif. Setelah proses rehabilitasi, mantan pecandu idealnya memiliki ketahanan emosional yang lebih kuat dan mampu menghadapi situasi kritis dengan tenang. Sikap kasar dan arogansi terhadap media dapat menandakan ketidakmampuan untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan tuntutan publik dan mungkin memperlihatkan adanya sisa-sisa perilaku destruktif yang masih mempengaruhi pola respons emosional.

Ahli psikologi lain, seperti Dr. Howard Shaffer dari Harvard Medical School, juga mencatat bahwa pemulihan dari kecanduan narkoba tidak hanya mencakup penghentian penggunaan zat, tetapi juga perbaikan pola pikir dan perilaku. Hal ini mencakup perubahan dalam cara menanggapi konflik, kritik, atau tekanan. Dalam konteks ini, tindakan Romi yang agresif terhadap media dapat menunjukkan bahwa pemulihan emosional dan mentalnya belum sepenuhnya tuntas.

Ketika seorang mantan pengguna narkoba tidak dapat menunjukkan ketenangan dan profesionalisme dalam menghadapi kritik, hal ini sering kali menjadi tanda adanya trauma atau kebiasaan lama yang belum sepenuhnya teratasi.

Dr. Stephen Rollnick, seorang pakar dalam terapi motivasi, menambahkan bahwa mantan pecandu narkoba yang berkomitmen pada pemulihan seharusnya lebih memiliki empati, rendah hati, dan sadar akan dampak perilakunya terhadap persepsi publik. Kesadaran ini penting bagi seseorang yang ingin menjadi figur publik atau pemimpin, karena masyarakat akan melihat kepribadian yang stabil sebagai tanda keberhasilan pemulihan dan kesiapan untuk menjalani tanggung jawab besar. Sikap agresif atau arogansi seperti yang ditunjukkan Romi hanya memperburuk citranya dan mencerminkan tantangan besar dalam proses pemulihan emosional yang seharusnya sudah selesai bagi seorang calon pemimpin.

Dengan demikian, perilaku Romi ini tidak hanya memperlihatkan kekurangan dalam kematangan emosional, tetapi juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang masih belum lengkap. Perilaku agresif seperti ini, bagi para ahli, merupakan indikator risiko bahwa individu tersebut belum benar-benar siap untuk menjadi panutan atau memegang tanggung jawab besar di tengah masyarakat.

Dalam konteks pemilihan kepala daerah, keberadaan seorang calon seperti Romi Hariyanto yang merupakan mantan pecandu narkoba seharusnya menimbulkan pertanyaan serius di kalangan pemilih. Sikap arogan dan defensif yang diperlihatkan Romi, terutama saat berhadapan dengan media, mencerminkan kelemahan karakter yang sangat tidak diinginkan dalam seorang pemimpin.

Dalam situasi yang seharusnya menunjukkan kedewasaan dan kemampuan berkomunikasi yang baik, ia justru berperilaku seperti preman, yang jelas menunjukkan ketidakmatangan emosional.

Romi seharusnya menjadi contoh perubahan positif setelah melewati proses rehabilitasi, namun perilakunya justru mencerminkan ketidakmampuan untuk bertransformasi menjadi sosok pemimpin yang inspiratif. Jika masyarakat memilih untuk mendukungnya, mereka mungkin tidak hanya mempertaruhkan masa depan daerah, tetapi juga berisiko melanjutkan warisan buruk yang dapat berimbas pada stabilitas sosial dan moral di Provinsi Jambi.

Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, jelas bahwa Romi tidak layak untuk memimpin daerah yang membutuhkan seorang pemimpin dengan integritas, stabilitas emosional, dan kemampuan untuk mendengarkan serta merespons kebutuhan masyarakat secara positif.

Keputusan untuk memilihnya hanya akan membawa dampak negatif yang lebih besar bagi masyarakat dan memperburuk reputasi kepemimpinan di tingkat daerah.

(Penulis merupakan Ketua Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jambi (FMP2J)

Kata kunci: narkobaopiniSaiful Bakri
Berita sebelumnya

Beroperasi Selama Sepekan, Tol Betung-Tempino-Jambi Dilintasi Lebih dari 60.000 Kendaraan 

Berita selanjutnya

Warga Bajubang Siap Menangkan Haris-Sani; Lebih Baik Melanjutkan dari Memulai Kembali

Berita Terkait

Kantor Satpol PP kota Jmabi/ istimewa

Benteng Penegak Perda Tercoreng: Oknum Anggota Terseret Jaringan Narkoba, Satpol PP Kota Jambi Diuji

30/07/2026

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp25,9 Miliar, 4 Tersangka Ditangkap

11/05/2026

Kalapas Jambi ke Pegawai: “Jangan Jadi Bagian dari Masalah, Tidak Ada Ruang Bagi Pelanggar!”

20/04/2026
Sempat Bobol Jendela Ruang Penyidik, Pelarian Dramatis DPO Narkoba Alung 'Si Licin' Berakhir di Sel

Sempat Bobol Jendela Ruang Penyidik, Pelarian Dramatis DPO Narkoba Alung ‘Si Licin’ Berakhir di Sel

16/04/2026

Framing Media dan Ujian Kepemimpinan Daerah di Tengah Krisis Fiskal

15/03/2026
Ilustrasi penangkapan pelaku narkotika/ Foto: Porwebindo

Bahaya Narkoba Sabu: Otak Rusak, Emosi Tak Stabil, Rumah Tangga Hancur

08/03/2026

Polda Jambi Ungkap 113 Sindikat Narkoba

31/01/2026
Jamhuri, Direktur Eksekutif LSM Sembilan (Foto: Alan/Ampar)

Urgensi dan Azaz Manfaat Serta Kepatuhan Hukum Perpindahan Status Hukum Kepolisian

28/01/2026

Hidup Terasa Mulia Dimulai dari Hormati Guru

16/01/2026
Ilustrasi ketok palu Mahkamah Konstitusi

Ketika Prosedur Dilanggar, Negara Hukum Kehilangan Wibawa

22/11/2025
Berita selanjutnya
Warga Bajubang Siap Menangkan Haris-Sani; Lebih Baik Melanjutkan dari Memulai Kembali

Warga Bajubang Siap Menangkan Haris-Sani; Lebih Baik Melanjutkan dari Memulai Kembali

Al haris

23 Program Haris-Sani: Upaya Percepatan Pengurangan Ketimpangan Pembangunan dan Penurunan Kemiskinan

Pj Bupati Merangin Buka Festival Panen Hasil Belajar

Pj Bupati Merangin Buka Festival Panen Hasil Belajar

Pj Bupati Merangin Buka Pelatihan Pemasaran Digital Pariwisata

Tol Baleno Beroperasi, Lanjut Seksi 4 Tol Tempino-Simpang Ness Progres 37,75 Persen

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

8.190 PPPK Jember Diperpanjang, Gus Fawait Siapkan Alih Status

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

KPM Terima BLT DD, Bukti Nyata Kepedulian Pemdes Bandar Jaya

Penyaluran BLT DD Desa Sumber Makmur Tahun 2026 Tahap 3

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.