• Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Aktual dan Terkini
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
  • NEWS
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • POLITIK
  • EKBIS
    • OTO & TEKNO
  • HUKUM
    • KABAR TNI – POLRI
  • OPINI
  • TREND
    • SPORT
    • RELIGI
    • HIBURAN & WISATA
    • KESEHATAN
  • JAMBI
  • BENGKULU
    • KAUR
    • LEBONG
    • REJANG LEBONG
    • BENGKULU SELATAN
    • SELUMA
    • KEPAHIANG
    • MUKOMUKO
  • SUMSEL
    • MUSI BANYUASIN
  • JATIM
    • JEMBER
  • LAMPUNG
    • TULANG BAWANG
  • Lainnya..
    • PENDIDIKAN
Berita Terbaru
  • NEWS
  • POLITIK
  • EKBIS
  • HUKUM
  • OPINI
  • TREND
  • JAMBI
  • BENGKULU
  • SUMSEL
  • JATIM
  • LAMPUNG
  • Lainnya..

Bahaya Narkoba Sabu: Otak Rusak, Emosi Tak Stabil, Rumah Tangga Hancur

08/03/2026
Ilustrasi penangkapan pelaku narkotika/ Foto: Porwebindo

Ilustrasi penangkapan pelaku narkotika/ Foto: Porwebindo

PostTweetSend
Dibaca 347

AMPAR.ID, JAMBI – Peredaran narkoba jenis sabu-sabu atau metamfetamin masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah. Tidak hanya merusak kesehatan fisik, sabu juga dikenal sebagai salah satu narkotika yang paling cepat menghancurkan kondisi mental seseorang. Banyak kasus menunjukkan bahwa pengguna sabu berubah drastis: emosinya tidak stabil, cara berpikirnya kacau, dan perilakunya sering kali di luar kendali.

Akibatnya tidak berhenti pada diri pengguna. Dampak sabu sering menjalar ke keluarga, merusak hubungan rumah tangga, bahkan memicu kekerasan dan kehancuran ekonomi keluarga.

Sabu dan Kerusakan Otak

Sabu adalah zat stimulan yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Saat dikonsumsi, zat ini memicu pelepasan dopamin dalam jumlah sangat besar di otak. Dopamin adalah zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi.

Masalahnya, pelepasan dopamin yang terlalu tinggi membuat otak “dipaksa” bekerja tidak normal.

Dalam jangka pendek, pengguna bisa merasakan:

Bacajuga

Benteng Penegak Perda Tercoreng: Oknum Anggota Terseret Jaringan Narkoba, Satpol PP Kota Jambi Diuji

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp25,9 Miliar, 4 Tersangka Ditangkap

Kalapas Jambi ke Pegawai: “Jangan Jadi Bagian dari Masalah, Tidak Ada Ruang Bagi Pelanggar!”

Sempat Bobol Jendela Ruang Penyidik, Pelarian Dramatis DPO Narkoba Alung ‘Si Licin’ Berakhir di Sel

energi berlebihan

rasa percaya diri yang tidak wajar

sulit tidur

emosi mudah meledak

Namun dalam jangka panjang, sabu justru merusak struktur otak yang mengatur emosi, logika, dan pengendalian diri.

Akibatnya, banyak pengguna mengalami perubahan perilaku yang drastis. Mereka menjadi mudah curiga, mudah marah, bahkan sering mengalami halusinasi.

Perubahan Mental: Dari Normal Menjadi Tidak Stabil

Salah satu efek paling berbahaya dari sabu adalah gangguan mental.

Pengguna sabu sering menunjukkan gejala seperti:

paranoia atau rasa curiga berlebihan

delusi atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan

halusinasi mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada

agresivitas dan emosi yang tidak terkendali

Dalam kondisi tertentu, pengguna bisa mengalami apa yang disebut meth psychosis, yaitu gangguan kejiwaan yang menyerupai skizofrenia.

Pada tahap ini, seseorang bisa kehilangan kemampuan berpikir rasional.

Dampak Sosial: Rumah Tangga Mulai Retak Bahkan Terjadi Perceraian

Ketika seseorang mulai kecanduan sabu, perubahan perilakunya seringkali langsung terasa di lingkungan keluarga.

Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:

1. Konflik Rumah Tangga

Pengguna sabu cenderung mudah marah dan sulit diajak berkomunikasi. Hal ini sering memicu pertengkaran dengan pasangan. Bahkan perceraian.

2. Kehancuran Ekonomi

Harga sabu yang mahal membuat banyak pengguna menghabiskan uang keluarga untuk membeli narkoba.

Tidak sedikit kasus di mana pengguna menjual barang rumah tangga, bahkan berutang, demi memenuhi kecanduannya.

3. Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, pengguna sabu lebih rentan melakukan tindakan agresif.

Ini dapat berujung pada kekerasan terhadap pasangan maupun anak.

Anak Menjadi Korban Tidak Langsung

Ketika orang tua terjerat narkoba, anak sering menjadi korban yang paling menderita.

Lingkungan keluarga yang tidak stabil dapat menyebabkan:

– trauma psikologis pada anak

– gangguan perkembangan emosional

– risiko putus sekolah

– kemungkinan anak mengikuti pola perilaku negatif yang sama

Karena itu, dampak narkoba sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar masalah individu.

Mengapa Sabu Sangat Sulit Dihentikan?

Salah satu alasan sabu sangat berbahaya adalah tingkat ketergantungannya yang tinggi.

Setelah otak terbiasa dengan lonjakan dopamin dari sabu, pengguna akan merasa sulit merasakan kesenangan tanpa narkoba.

Akibatnya, mereka terus mencari zat tersebut untuk mendapatkan efek yang sama.

Proses ini menciptakan lingkaran kecanduan yang sulit diputus tanpa bantuan medis dan rehabilitasi.

Upaya Pencegahan dan Rehabilitasi

Menghadapi masalah narkoba tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Pendekatan kesehatan dan sosial juga sangat penting.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

– edukasi tentang bahaya narkoba sejak dini

– pengawasan lingkungan keluarga dan masyarakat

– program rehabilitasi bagi pengguna

– dukungan psikologis bagi korban kecanduan

Rehabilitasi menjadi kunci penting agar pengguna dapat kembali menjalani kehidupan normal.

Kesimpulan

Sabu bukan sekadar narkoba yang merusak kesehatan. Zat ini dapat menghancurkan cara berpikir manusia, memicu gangguan mental, dan merusak hubungan keluarga.

Banyak rumah tangga yang awalnya harmonis akhirnya hancur karena kecanduan sabu.

Karena itu, perang terhadap narkoba tidak hanya soal hukum, tetapi juga soal melindungi masa depan keluarga dan generasi muda.

Kesadaran masyarakat, dukungan keluarga, serta akses rehabilitasi yang baik menjadi faktor penting untuk menghentikan dampak destruktif narkoba di tengah kehidupan sosial.

Apakah ada orang seperti ini di dekatmu? Apalagi rehabnya tak sampai tuntas? Kalau ada, waspadalah.(gie/berbagai sumber)

Sumber : jambiseru.com

Kata kunci: narkoba
Berita sebelumnya

Pengamat: Layanan Akhir Pekan Bukti Komitmen Bank Jambi Jaga Kepercayaan Nasabah

Berita selanjutnya

Pansus Zona Merah DPRD Kota Jambi Serahkan Laporan Konsultasi Pusat ke Wali Kota

Berita Terkait

Kantor Satpol PP kota Jmabi/ istimewa

Benteng Penegak Perda Tercoreng: Oknum Anggota Terseret Jaringan Narkoba, Satpol PP Kota Jambi Diuji

30/07/2026

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp25,9 Miliar, 4 Tersangka Ditangkap

11/05/2026

Kalapas Jambi ke Pegawai: “Jangan Jadi Bagian dari Masalah, Tidak Ada Ruang Bagi Pelanggar!”

20/04/2026
Sempat Bobol Jendela Ruang Penyidik, Pelarian Dramatis DPO Narkoba Alung 'Si Licin' Berakhir di Sel

Sempat Bobol Jendela Ruang Penyidik, Pelarian Dramatis DPO Narkoba Alung ‘Si Licin’ Berakhir di Sel

16/04/2026

Polda Jambi Ungkap 113 Sindikat Narkoba

31/01/2026

Ditresnarkoba Polda Jambi Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Negeri 3 Tebo

15/11/2025

Tolak Judol dan Narkoba, Polda Jambi Gelar Apel dan Penandatanganan Komitmen Bersama

03/11/2025

Ngeri, Prabowo Musnahkan Barang Bukti 214,84 Ton Narkoba Perusak Generasi Bangsa 

29/10/2025

Penyelundupan 155 Ribu Butir Ekstasi dan 4,3 Kg Sabu di Aceh Timur Berhasil Digagalkan 

10/09/2025

Kapolda Jambi Berikan Penghargaan Empat Tokoh Berkontribusi Aktif Program Kambung Anti Narkoba 

04/08/2025
Berita selanjutnya

Pansus Zona Merah DPRD Kota Jambi Serahkan Laporan Konsultasi Pusat ke Wali Kota

Selesaikan Polemik Zona Merah Kenali Asam, Wawako Diza Hazra Adopsi Metode Audit Data Surabaya

Ketua DPRD Kota Jambi Hadiri Peresmian Kantor Penghubung Yayasan Buddha Tzu Ch

Ikhtiar Spiritual, Bank Jambi Gelar Doa dan Buka Puasa Bersama Ratusan Imam Masjid

Tahun Ketiga Berturut-turut, PWI Kota Jambi Santuni Anak Yatim di Panti Asuhan Al Mahri

Tahun Ketiga Berturut-turut, PWI Kota Jambi Santuni Anak Yatim di Panti Asuhan Al Mahri

TERHANGAT

Lirik Lagu Bintang - Anima Band/ (Foto: Cuplikan layar Youtube @AnimaBandOfficialAnima)

Lirik Lagu Bintang – Anima Band

04/02/2024

Ahli Waris Ketua RT Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan

HKI Percepat Pembangunan Jalan Tol Betung-Jambi Seksi 1A, Progress Konstruksi Capai 69%

Langkah Nyata Pertamina EP Terhadap Penyelesaian Isu Tanah di Kota Jambi

Viral Video Syur Mirip Gisel, Tagar Cowonya Ikut Trending di Twitter

Mobilitas Makin Praktis Tanpa Perlu Isi Bensin, Kenali Teknologi Honda CUV e:

New Honda Vario 125 dengan Penyegaran Warna Baru telah Hadir di Jambi

Honda ST125 Dax Tampil Makin Ikonik dengan Warna Baru

New Honda BeAT, Always BeAT for You

Tempat Nongkrong Baru di Jambi, Jati Coffee Hadirkan Suasana Hangat untuk Semua Kalangan

Berita Media Online

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.

INFORMASI

  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

MEDIA SOSIAL

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ampar
  • Disclaimer
  • Karir
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright @ 2020 Ampar.id - PT MEDIA AMPAR KJA Supported by Ara.